Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin pesat. Namun di balik kecanggihannya, muncul pertanyaan besar: apakah manusia masih mengendalikan teknologi, atau justru sebaliknya?
Kuliah Umum yang berlangsung di Ruangan I.3.1/2 dengan bertajuk “The Paradox of AI” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan, Rabu (22/4/2026) mulai pukul 10.00 WIB sampai selesai dengan menghadirkan narasumber, Andri Silalahi, Ph.D. dan Serhan Demirci, Ph.D dari Chaoyang University of Technology (CYUT) Taiwan.
Acara ini turut dihadiri oleh Ibu Rimbun C.D Sidabutar, SE, M.Si (Wakil Dekan III), Ibu Dr. Romindo M. Pasaribu, SE, MBA (Ketua Program Studi Manajemen), Ibu Hanna M. Damanik, SE, MM (Sekretaris Program Studi Manajemen), Dosen serta pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Manajemen.
Dalam pemaparannya, para narasumber menyoroti sisi lain dari perkembangan AI yang selama ini jarang dibahas. Tidak hanya membawa kemudahan, teknologi ini juga dinilai berpotensi menggeser peran manusia dalam berbagai bidang. “Jika manusia tidak siap, AI bukan hanya membantu tapi bisa mengambil alih peran kita,” tegas Andri Silalahi, Ph.D dalam sesi diskusi.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan utama dalam kuliah umum ini, mengingat semakin luasnya penggunaan AI dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari dunia kerja hingga pengambilan keputusan.
Selain itu, peserta juga diajak untuk memahami bahwa tantangan terbesar bukan hanya pada perkembangan teknologi itu sendiri, melainkan pada kesiapan manusia dalam menghadapinya.
“Masalahnya bukan pada AI yang semakin pintar, tapi manusia yang tidak cukup cepat beradaptasi,” ungkap Serhan Demirci, Ph.D.
Mahasiswa yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Mereka tidak hanya mendapatkan wawasan baru, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis terhadap dampak jangka panjang penggunaan teknologi baik dalam aspek sosial maupun ekonomi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis dalam menghadirkan ruang akademik yang responsif terhadap isu global serta mendorong mahasiswa untuk memiliki daya saing di era digital, serta mampu mengendalikan dan memanfaatkannya secara bijak.

