Global Marketing Tren Bagi Generasi Z

Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas HKBP Nommensen melakukan kegiatan Kuliah Umum dengan narasumber Bapak Andri Darayana K Silalahi, SE., M.M. Ph.D. Beliau adalah salah satu alumni program studi manajemen yang saat ini menjadi dosen tetap di Universitas Chaoyang University of Technology, Taichung, Taiwan dengan moderator Togi Brema Ginting salah satu mahasiswa program studi manajemen semester 3.  Kuliah umum ini dilakukan secara daring yang bertujuan untuk memberikan sharing knowledge bagi mahasiswa-mahasiswi program studi manajemen yang mengambil mata kuliah Manajemen Pemasaran. Tren global pemasaran untuk Gen Z berpusat pada digital natives yang mengedepankan autentisitas, keberlanjutan, inclusivity, dan pengalaman interaktif, terutama melalui video pendek (TikTok, Reels), kolaborasi influencer, personalisasi berbasis AI, dan konten buatan pengguna (UGC), dengan fokus pada mobile-first dan merek yang punya tujuan jelas (purpose-driven).

Tren Utama Pemasaran Gen Z antara lain: (1) Digital Natives & Mobile-First: Mereka tumbuh dengan internet, jadi pemasaran harus mobile-first, cepat, mudah, dan tanpa hambatan; (2) Autentisitas & Transparansi: Gen Z menolak pemasaran yang terlalu dibuat-buat; mereka mencari merek yang jujur, transparan, dan apa adanya. (3) Video Pendek & Konten Visual: TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts adalah kunci, membutuhkan hook kuat di 3 detik pertama, (4) Influencer & Creator Economy: Kolaborasi dengan kreator yang otentik, seringkali lebih disukai daripada endorsement tunggal, menuju kemitraan jangka panjang, (5) Nilai & Isu Sosial/Lingkungan: Merek yang aktif mendukung isu sosial, keberlanjutan, atau punya purpose yang jelas lebih menarik, (6) Personalisasi & Pengalaman Interaktif: Pengalaman yang disesuaikan dan kampanye yang memungkinkan partisipasi (UGC) sangat dihargai, (7) Inklusivitas & Keberagaman: Merek harus mencerminkan keragaman audiensnya agar terasa relevan, dan (8) AI dan Data-Driven: Pemanfaatan AI untuk personalisasi hyper-personalized dan data untuk strategi yang lebih efektif.