146 Penerima BLT Tercatat, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UHN Belajar Langsung dari Kantor Camat Nainggolan

146 Penerima BLT Tercatat, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan UHN Belajar Langsung dari Kantor Camat Nainggolan

 Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas HKBP Nommensen (FEB UHN) Medan menerjunkan dua mahasiswanya, Jhon B.J. Situmorang dan Hadasah Nababan, untuk menjalani program magang di Kantor Camat Nainggolan, Kabupaten Samosir. Kegiatan praktis lapangan yang berlangsung sejak 11 Agustus hingga 5 September 2025 lalu ini menjadi implementasi nyata dari visi prodi dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing nasional di bidang analisis ekonomi serta perencanaan pembangunan.

Digitalisasi Data Bansos Kecamatan

Selama masa magang, mereka terlibat aktif mengawal penyusunan data Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari 15 desa/kelurahan di Kecamatan Nainggolan. Data tersebut ditransformasikan ke dalam berkas Microsoft Excel yang terstruktur per desa.

Hasil pendataan merekam total 146 penerima BLT di seluruh kecamatan. Desa Sibonor Ompurotus dan Sipinggan Lambin Siantar mencatat angka tertinggi dengan masing-masing 26 penerima. Namun, berkas dari Desa Siruma Hombar dan Janji Maropot belum dapat diinput akibat keterlambatan penyerahan dokumen.

Sistem digital buatan mereka terbukti mempercepat pegawai kecamatan dalam memantau kelengkapan data. Aktivitas ini memberikan pengalaman riil tentang pentingnya ketepatan data (data accuracy) dalam penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran. Pengalaman tata kelola ini selaras dengan metode Outcome-Based Education (OBE) prodi untuk mencetak lulusan yang kompeten dalam kebijakan publik.

Selami Realitas Kebijakan Pangan

Selain pembenahan data, keduanya diikutsertakan menghadiri rapat ketahanan pangan di berbagai desa Kecamatan Nainggolan. Kehadiran ini memberikan perspektif nyata mengenai tantangan kebijakan sektoral di lapangan sekaligus perwujudan misi prodi yang peka terhadap potensi lokal (UHN PEDULI).

Aparatur Kantor Camat Nainggolan mengingatkan bahwa penerapan teori kuliah tidak selalu sederhana di lapangan. Hal ini menjadi catatan penting bagi mereka bahwa perencanaan pembangunan daerah, khususnya sektor ekonomi pertanian di Kabupaten Samosir, menghadapi kompleksitas nyata yang tidak selalu tergambar di dalam kelas.

Melalui program satu bulan ini, mereka berhasil mengasimilasi dua sisi pembangunan: eksekusi teknis data sosial dan analisis riil kebijakan pangan daerah, dengan tetap memegang teguh nilai pengabdian kepada bangsa (Pro Patria).