KPPM BERSAMA MASYARAKAT JAGA KEBERSIHAN KAWASAN WISATA DESA PAROPO
Upaya menjaga lingkungan wisata Danau Toba sekaligus mendukung pengembangan ekonomi masyarakat
PAROPO — Kegiatan Kuliah Praktik dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) turut mengambil peran dalam menjaga kebersihan kawasan wisata Desa Paropo, Kecamatan Silahisabungan. Kegiatan ini dilakukan melalui aksi nyata bersama masyarakat dan pemerintah desa di sejumlah titik kawasan wisata.
Kegiatan tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya kebersihan dalam mendukung keberlanjutan pariwisata. Desa Paropo memiliki potensi wisata alam yang menarik di sekitar Danau Toba. Aktivitas wisata juga memberikan peluang ekonomi bagi masyarakat melalui usaha kuliner, penyewaan fasilitas wisata, serta jasa transportasi.
Namun, meningkatnya aktivitas wisata juga menghadirkan tantangan lingkungan. Berdasarkan hasil observasi, ditemukan penumpukan eceng gondok di area pelabuhan, sampah plastik di kawasan pantai, serta sampah di sepanjang akses jalan menuju lokasi wisata.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KPPM berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menyusun kegiatan kebersihan dan pembagian tugas. Pelaksanaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat.
Aksi Bersih Kawasan Wisata
Aksi pembersihan mencakup beberapa kegiatan utama, yaitu pembersihan eceng gondok di area pelabuhan, pembersihan sampah di kawasan pantai, serta pembersihan lingkungan di sepanjang jalan wisata. Kegiatan ini diarahkan untuk menciptakan kawasan wisata yang lebih bersih, nyaman, dan tertata.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebersihan lingkungan dan berkurangnya eceng gondok di area pelabuhan. Selain itu, kegiatan gotong royong tersebut turut meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata serta memperkuat kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kebersihan Dukung Ekonomi Masyarakat
Kebersihan kawasan wisata tidak hanya berkaitan dengan kondisi lingkungan, tetapi juga dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Lingkungan yang bersih dan nyaman dapat meningkatkan daya tarik serta kepuasan wisatawan. Kondisi tersebut berpotensi mendorong kunjungan wisata dan memberikan dampak positif terhadap usaha masyarakat yang bergantung pada sektor pariwisata.
Melalui kegiatan KPPM, mahasiswa diharapkan tidak hanya memberikan kontribusi dalam penyelesaian persoalan lingkungan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mendorong kepedulian masyarakat terhadap keberlanjutan kawasan wisata.
Ke depan, keberlanjutan hasil kegiatan membutuhkan partisipasi masyarakat yang lebih luas serta pengelolaan sampah yang lebih terstruktur. Dengan upaya berkelanjutan, kebersihan kawasan wisata Desa Paropo diharapkan dapat terus terjaga dan mendukung perkembangan ekonomi masyarakat setempat.
Tahap Output (Hasil)
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kebersihan lingkungan, berkurangnya eceng gondok di area pelabuhan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil kegiatan dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kegiatan Kuliah Praktik dan Pengabdian kepada Masyarakat (KPPM) memiliki peran yang signifikan dalam meningkatkan kebersihan kawasan wisata di Desa Paropo. Peran tersebut terlihat dari keterlibatan aktif mahasiswa dalam kegiatan pembersihan eceng gondok di area pelabuhan, pengelolaan sampah di kawasan pantai, serta pembersihan lingkungan di sepanjang akses jalan menuju lokasi wisata.
Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya berdampak pada perbaikan kondisi lingkungan secara fisik, tetapi juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan yang mampu memberikan contoh nyata serta mendorong terbentuknya perilaku masyarakat yang lebih peduli terhadap kebersihan kawasan wisata.
Selain itu, kebersihan lingkungan yang meningkat turut memberikan dampak positif terhadap daya tarik wisata. Lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata mampu meningkatkan kepuasan wisatawan serta berpotensi meningkatkan jumlah kunjungan. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada pengembangan ekonomi masyarakat melalui berbagai aktivitas usaha di sektor pariwisata.
Meskipun demikian, untuk mencapai keberlanjutan yang optimal, diperlukan upaya lanjutan berupa peningkatan partisipasi masyarakat serta pengelolaan sampah yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan demikian, kegiatan KPPM tidak hanya memberikan dampak jangka pendek, tetapi juga berpotensi menjadi pemicu perubahan perilaku masyarakat dalam jangka Panjang.

