Pembinaan Guru Sekolah Minggu GKPA Resort Medan Timur: Memahami Psikologi Anak untuk Pendampingan dan Program Pengajaran yang Efektif

GKPA Resort Medan Timur menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Guru Sekolah Minggu pada tanggal 1 Mei 2026. Kegiatan ini mengangkat tema psikologi anak sebagai fokus utama pembinaan, dengan tujuan membekali para guru Sekolah Minggu dengan pemahaman mendalam tentang proses perkembangan anak. Hadir sebagai narasumber, Ibu Ervina Siahaan, M.Psi., Psikolog, yang merupakan dosen di Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen. Dengan latar belakang akademik dan pengalaman klinis di bidang psikologi anak dan keluarga, beliau memaparkan materi secara komunikatif dan mudah dipahami oleh seluruh peserta yang hadir.

Dalam pemaparan materinya, narasumber menjelaskan tahapan perkembangan anak secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, emosi, bahasa, dan sosial. Para peserta diajak untuk memahami bahwa setiap fase perkembangan anak memiliki karakteristik dan kebutuhan yang khas, sehingga pendekatan pendampingan pun perlu disesuaikan. Narasumber juga menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang aman, hangat, dan menyenangkan agar anak dapat berkembang secara optimal dalam proses pembelajaran. Sesi tanya jawab berlangsung dengan antusias, di mana para guru berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi, serta mendapatkan masukan praktis langsung dari narasumber.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi workshop, di mana para guru secara berkelompok merancang program pengajaran Sekolah Minggu yang berbasis pada pemahaman perkembangan anak. Hasilnya, para peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga menghasilkan draf program pengajaran yang lebih terstruktur dan sesuai dengan kebutuhan anak di setiap kelompok usia. Kegiatan pembinaan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari seluruh peserta dan diharapkan dapat menjadi agenda rutin GKPA Resort Medan Timur dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan Sekolah Minggu, demi membentuk generasi penerus gereja yang bertumbuh sehat secara rohani, emosional, dan sosial.