Untuk Kedua Kalinya Akademisi Internasional Paparnya Inovasinya di 2nd NICTE Nommensen

Untuk keduakalinya Para akademisi internasional dari berbagai lintas negara seperti  Taiwan, Jepang, Republik Ceko, Malaysia, RRT dan Indonesia memaparkan makalahnya dalam event bergengsi “Nommensen International Conference on Technology And Engineering  yang ke-2” (2 nd NICTE) yang diselenggerakan oleh Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen (UHN) di Ruang Perpustakaan UHN, Selasa, (13/07/2018). Melalui 2 nd NICTE ini kami ingin membuktikan bahwa UHN mampu menjadi fasilitator event yang bertaraf internasional seperti konferensi Internasional dalam bidang technology and engenering, kata Dekan Fakultas Teknik UHN Dr. Ir. Richard Napitupulu, MT di Ruang Perpustakaan UHN.

Dekan Teknik mengatakan empat keynote speaker yang kita undnag adalah ilmuan kelas dunia seperti Prof. Dr. David Herak dari CULS Republik Ceko, Prof. Dr. Badorul Hisham Abu Bakar dari USM Malaysia, Prof. Dr. Katsumi Suzuki, PhD dari Shizouko University Jepang, dan Prof. Shyn Leh Chen dari CCU Taiwan. Kita ingin bermain pada tataran global, dan kita akan terus melakukan ini secara berkelanjutan, tegas Doktor Teknik Lulusan UI ini. Dekan FT ini juga mengatakan ada enam topik yang dibahas disini dari berbagai perguruan tinggi. Topik itu adalah 1) Civil and enviromental engeneering, 2) Mechanical and Engeneering and technology, 3) electrican and electronic Engeneering, 4) Material sciences and Engeneering, 5) Food and Agriculture Technology, dan 6) Informatic Engeneering and Technology.

Dalam sambutannya Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau mengatakan peran para ilmuan sangat berkontribusi dalam pembangunan. Bisa dibilang masa depan sebuah bangsa sangat tergantung sejauh mana bangsa tersebut bisa menguasai IPTEK. Saya rasa, dan saya tidak salah Jepang, Singapura, Korea Selatan harus kita akui sebagai negara maju. Saat ini mereka berada pada tataran 10 besar negara maju dengan kemampuan ekonomi yang sangat bagus. Tentu ini karena sumbangan IPTEK sehingga Jepang, Korea Selatan bisa mensejajarkan diri dengan Eropa, tegas Rektor UHN lagi.

Sementara Rektor juga menegaskan saat ini semua negara sedang membuka diri dengan adanya globalisasi. Pada era globalisasi sumbangan para ilmuan sangatlah besar untuk mendorong kemajuan bangsa –bangsa. Tentu harapan kita semua bangsa saling mengisi, saling berbagi, dan saling mendorong atas dasar kebersamaan. Melihat peluang globalisasi  ini, UHN sangat menyadari betapa UHN perlu membangun hubungan kemitraan dengan para perguruan tinggi dari negeri luar untuk mendukung kemajuan pendidikan.

Rektor UHN sangat mengharapkan hasilnya ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan ini membuktikan bahwa UHN adalah kampus yang sangat inovatif dan mampu beradatasi dengan kemajuan teknologi. Saya mengucapkan terima kasih kepada semua para akademisi yang telah hadir dalam konferensi internasional ini sebagai sebuah wujud keinginan para ilmu berkontribsui dalam pembangunan yang berkelanjutan, tegas Rektor UHN yang lulusa S3 Jerman ini.

Sementara Sekretaris Yayasan UHN  Pdt. Dr. Pintor Teknologi mengatakan jangan kita sampai korban teknologi. Kita harus mengelola teknologi dengan baik dan benar untuk mengembangkan nilai –nilai kemanusiaan. Kita juga harus mampu menggunakan teknologi untuk kemajuan bersama dan kemajuan bangsa. Saya bangga, dan kami sangat mendukung acara seperti ini karena ini adalah wujud nyata betapa UHN adalah kampus yang sangat mampu beradaptasi dengan teknologi, tegas Doktor Theologi lulusan Chichago USA ini.

 

.