Mengedukasi Ibu Hamil pada Pandemi COVID-19

Kesehatan ibu hamil pada era pandemi Covid-19 ini harus jadi skala perioritas bagi dunia medis saat ini. Mengapa tidak, generasi penerus bangsa ada sama mereka dan mereka harus kita rawat (kelola) dengan baik agar terhindar dari hal –hal yang tidak kita inginkan. Bagaimana kondisi ibu hami pada era pandemi Covid-19 ini menjadi sebuah penelitian khusus yang sangat manarik bagi kami dan kami paparkan di bawah ini sebagai tanggung jawab kami memberikan literasi dan edukasi kesehatan.

 

Pada akhir tahun 2019, tepatnya 31 Desember 2019, Cina melaporkan kasus pneumonia yang tidak diketahui penyebabnya. Awalnya kasus ini dilaporkan di daerah Wuhan, Provinsi Hubei. Dalam tiga hari, pasien dengan kasus tersebut berjumlah 44 orang dan terus bertambah hingga saat ini berjumlah ribuan kasus. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit yang sedang mewabah hampir di seluruh dunia saat ini, yang disebabkan oleh virus Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Awalnya virus ini diberi nama novel Coronavirus (2019-nCoV) kemudian pada tanggal 11 Februari 2020, World Health Organization (WHO) memberi nama virus baru tersebut Severe Acute Respiratory Syndromecoronavirus-2 (SARS-CoV-2) dan nama penyakitnya sebagai Coronavirus disease 2019 (COVID-19).

Hingga tanggal 8 April 2020, data dari WHO didapatkan kasus terkonfirmasi sebanyak 1.317.130 kasus tersebar di 212 negara dengan jumlah kematian 74.304 orang. Sementara data di Indonesia hingga tanggal 8 April 2020 menunjukkan kasus terkonfirmasi sebanyak 2.956 kasus tersebar di 32 provinsi dengan jumlah kematian 240 orang. Indonesia merupakan negara ke-65 yang positif konfirmasi COVID-19. Data ini menunjukkan Case Fatality Rate (CFR) di Indonesia sebesar 8,12% lebih tinggi dari CFR secara global yaitu 5,6%.

Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 dapat berupa tidak bergejala, gejala ringan, sedang, hingga berat. Gejala klinis utama yang muncul adalah demam (suhu > 38OC), batuk, dan kesulitan bernafas. Masa inkubasi rata – rata adalah 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang adalah 14 hari. Pada kasus COVID-19 berat, dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernafasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Hingga saat ini masih belum ada bukti yang menyatakan ibu hamil lebih berisiko terkena COVID-19 dibandingkan populasi umum. Namun karena adanya perubahan pada tubuh dan imunitas, dipercaya bahwa ibu hamil memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadinya penyakit berat, morbiditas dan mortalitas dibandingkan dengan populasi umum jika terkena infeksi COVID-19.

Hingga saat ini, pengetahuan tentang infeksi COVID-19 dalam hubungannya dengan kehamilan dan janin masih terbatas dan belum ada rekomendasi spesifik untuk penanganan ibu hamil dengan COVID-19. Efek samping pada janin berupa persalinan preterm juga dilaporkan pada ibu hamil dengan infeksi COVID-19.

Pada tanggal 30 Januari 2020 WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia, kemudian pada 11 Maret 2020 COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi, yang berarti COVID-19 yang telah menyebar ke beberapa negara atau benua, dan menjangkiti banyak orang. Akibat keadaan tersebut dan proses penyebaran yang tidak terbatas pada populasi atau negara tertentu, mengarah pada peningkatan stres dan kecemasan. Hal ini juga tidak terlepas pada populasi ibu hamil. Kecemasan merupakan masalah emosional yang paling umum terjadi pada kehamilan. Kecemasan pada ibu hamil dapat memengaruhi kehamilan seperti persalinan preterm, pertumbuhan janin terhambat, dan perkembangan saraf dan perilaku yang buruk. Salah satu instrumen untuk mengukur tingkat kecemasan adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HAM-A) yang sudah teruji validitas dan reliabilitasnya.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis tingkat kecemasan terhadap COVID-19 dan faktor yang memengaruhi pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan desain potong-lintang (cross-sectional) yang menilai tingkat kecemasan terhadap COVID-19 dan faktor yang memengaruhi pada ibu hamil. Subjek pada penelitian ini adalah ibu hamil di praktik Dr dr Leo Simanjuntak SpOG periode April 2020.

Pada penelitian ini didapatkan 99 ibu hamil sebagai subjek yang memenuhi kriteria penelitian. Didapatkan 72 dari 99 ibu hamil atau 72,7% tidak mengalami kecemasan. Sedangkan 27 ibu hamil atau 27,3% mengalami kecemasan, dengan 24 ibu hamil (24,3%) mengalami kecemasan ringan dan 3 ibu hamil (3%) mengalami kecemasan tingkat sedang. Dari kuesioner HAM-A yang diberikan, terdapat beberapa kelompok pertanyaan mengenai gejala kecemasan yang dirasakan sedang hingga berat pada ibu hamil. Beberapa kelompok pertanyaan tersebut adalah tentang perasaan cemas, ketegangan, ketakutan, gangguan tidur, dan gangguan kecerdasan (seperti sulit konsentrasi atau daya ingat menurun).

Pada ibu hamil yang mengalami tingkat kecemasan ringan hingga sedang, terdapat beberapa ibu hamil yang memiliki gejala ketakutan pada kerumunan orang banyak yang dominan, sehingga melakukan tindakan untuk mengatasi gejala tersebut, seperti hanya mengurung diri di rumah hingga pulang ke kampung halaman untuk menjauhi keramaian dan riuh kota domisili saat ini.

Dari hasil yang didapatkan mayoritas atau sebagian besar ibu hamil tidak mengalami kecemasan terhadap COVID-19. Pada umumnya ibu hamil yang tidak mengalami kecemasan memiliki kesamaan alasan, yaitu mereka memercayai dengan menjaga kesehatan, mengonsumsi makanan dan gizi seimbang, mendapatkan istirahat yang cukup, menjaga kebersihan tubuh selalu dengan mencuci tangan dengan langkah yang tepat, serta tidak pergi ke keramaian atau keluar rumah kecuali jika ada keperluan mendesak, belanja untuk kebutuhan per minggu, melakukan ibadah di rumah, dapat menjaga dan melindungi ibu hamil terhadap COVID-19.

Penutup

Pemberian informasi dan edukasi pada ibu hamil perihal pentingnya cuci tangan (hand hygiene), untuk tetap di rumah dan menghindari kontak dengan keramaian, penggunaan masker jika sakit dan meningkatkan daya tahan tubuh dapat membuat ibu hamil tidak cemas terhadap COVID-19 merupakan rekomendari dari penelitian yang telah saya lakukan. Harapan kita bersama Pandemi Covid-19 ini segera berlalu dan bebas dari Covid-19 ini agar semua bisa kembali normal dan stabil. Secara khusus kepada ibu hami semoga saran dan masukan dalam tulisan ini bisa dituruti sebagai upaya menjaga kesehatan ibu dan anak demi memnjaga masa depan bangsa kita yang lebih baik.

 

===

Penulis adalah Dokter Obgyn dan Dosen Tetap Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen Medan.

===

.