Kompetensi Keuangan Aparat Desa Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa

Prof. Dr. Pasaman Silaban, MSBA

Kompetensi Keuangan Aparat Desa Kunci Keberhasilan Pembangunan Desa

Paradigma berpikir tentang tata kelola keuangan oleh aparatur desa sangat menentukan keberhasilan pembangunan desa kedepannya, apalagi di era Jokowi dan JK ini perioritas pemerintaha dalah membangun dari desa. Hal itu dikatakan oleh Prof. Dr. Pasaman Silaban, MSBA Guru besar Fakultas Ekonomi UHN sekaligus Direktur Pascasarjana UHN kepada media disela-sela pelatihan peningkatan kemampuan dan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan keuangan desa se –Kabupaten Samosir di Grand Sakuran Hotel kerjasama antara UHN dan Pemkab Samosir selama dua hari, Jumat, (22/12/2017). 

Prof. Dr. Pasaman Silaban, MSBA yang merupakan lulusan S2 University Of Illinois dan satu almamater dengan Menkeu RI Dr. Sri Mulyani  dengan tegas mengatakan lagi bahwa Berdasarkan UU Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2014 pasal 71 tentang Desa menyatakan bahwa Keuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban desa yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban. Hak dan Kewajiban dapat menimbulkan pendapatan, belanja, pembiayaan desa dan pengelolaan keuangan desa. Seluruh “pendapatan desa diterima dan disalurkan melalui rekening kas desa serta penggunaannya ditetapkan dalam APBDesa. Selain itu pencairan dana dalam rekening kas Desa ditandatangani oleh Kepala Desa dan Bendahara Desa.

Berangkat dari sini, maka kompetensi aparat desa dalam mengelola keuangan sangat penting. Artinya penatausahaan keuangan desa, pelaporan keuangan desa adalah hal yang sangat urgen dilakukan. Jika kedua variabel ini bisa dikuasai menjadi kompetensi maka dapat dipastikan pembangunan akan berhasil dengan baik. Karena kompetensi yang baik dalam hal keuangan akan mencegah segala bentuk korupsi dana desa, tegas Prof. Pasaman lagi. Kita sangat mengharapkan semua aparat desa di  Kabupaten Samosir menguasai penatausahaan ini dengan baik dan sistem pelaporan  ini dengan baik agar pembangunan desa di Samosir bisa berjalan dengan baik.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dr. Adenan Silaban, M.Si, bahwa paradigma aparat desa dalam hal tata kelola keuangan yang perlu dibenahi. Untuk itu hal –hal tata kelola keuangan seperti  azas pengelolaan keuangan desa seperti transfaran, akuntabel, partisipatif dan disiplin anggaran harus dpenuhi dengan baik. Bagaimana membuat laporan yang terukur sehingga terbangun kepercayaan (trust) adalah hal yang sangat urgen, tegas Dr Akuntansi lulusan UNDIP dan S2 Akuntansi lulusan UGM ini lagi. Untuk itu, kerja keras dan komitmen semua aparat desa adalah hal yang sangat penting. Tanpa komitmen dan keinginan yang baik, tata kelola keuangan ini tidak bisa berjalan dengan bagus. Harapan kita kedepan pelatihan ini  bisa memberikan damapk yang besar bagi pembangunan desa, tegas Dr. Adenan  Silaban lagi.

Adapun materi dari pelatihan selama dua hari menyangkut beberapa bidang dan narasumbernya sangat berkomepeten di bidangnya. Dr. Ferry Panjaitan, M.Si materinya adalah penatausahaan keuangan desa. Dr. Adenan Silaban materinya adalah pengawasan keuangan desa. Dr. Sihol Nababan, M.Si materinya penganggaran keuangan desa. Dr. Pantas H Silaban materinya Perencaan pembangunan desa. Dr. Kornel Munthe materinya Desa dan Keuangan desa.

.