Jadilah Policy Maker Handal di Era Disruptif

Dr. Rian Nugroho Dosen Pascasarjana UI dan Staf Kemenpar Bidang Kebijakan Publik Foto bersama dengan para para Dosen dan Dekan FISIP UHN Drs. Maringan Panjaitan, M.Si setelah selesai Kuliah Umum

Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan kelak harus jadi policy maker handal di era disruptif, bahkan kalau bisa sebagai policy maker kelas dunia, tegas Dr. Rian Nugorho Dosen Pascasarjana UI dan Staf Ahli Kementerian Pariwisata Bidang Kebijakan Publik saat memberikan kuliah umum dengan judul “Kebijakan Publik Indonesia di Era Disrupsi” yang dimoderatori Kaprodi Ilmu Administrasi Negara FISIP UHN Jonson Rajagukguk, S. Sos, SE, M.AP di Ruang Dr. Justin, Rabu, (13/12/2018)

Rian Nugoro penulis buku – buku kebijakan publik  yang sangat produktif ini mengatakan tugas utama pemerintah adalah menciptakan kebijakan publik yang unggul dan terwujudnya pelayanan publik yang prima kepada masyarakat. Dr. Rian Nugroho mengatakan kebijakan publik adalah seperangkat keputusan politik yang melembaga dari suatu kekuasaan  yang sah. Keputusan – keputusan tersebut berkenan dengan alokasi-alokasi sumber daya penting dan langka pada bangsa tersebut, untuk memastikan agar penggunaan dan pemanfaatannya untuk kebaikan bangsa tersebut, bukan justru merusak, apalagi menghancurkan. Kebijakan publik adalah instrumen negara terkuat untuk bangsa agar bisa berprestasi luar biasa. Bahkan, kebijakan publik harus mampu membuat sebuah negara menjadi “champion nation” (negara juara). Dr. Rian Nugroho kembali menjelaskan Kebijakan publik itu harus mampu mengangkat derajat hidup masyarakat dalam proses bernegara.

Dalam paparannya lagi, Rian Nugroho mengatakan, saat ini tantangan kita semakin berat dengan adanya era disruptif. Para policy maker  harus inovatatif, kreatif, dan mampu melahirkan berbagai gagasan yang bagus. Lihat negara China, saat ini mereka menjadi kekuatan ekonomi dunia yang ditakuti oleh Amerika Serikat. Mereka tumbuh dan berkembang karena Policy makernya sangat hebat membaca masa depan, punya visi yang jelas serta berorientasi pada penguatan China secara ekonomi. Saat ini, China menjadi fasilitator pendanaan infrastruktur di negara-negara ASEAN. Ini adalah sebuah bukti betapa China punya tata kelola dalam bernegara yang hebat dengan melihat jauh kedepan. Jepang dan Korea Selatan juga melakukan hal yang sama, tegas Rian Nugroho lagi.

Di era disruptif saat ini langkah dasar  yang telah dilakukan oleh Indonesia adalah tingkatkan kompetensi sumber daya manusia melalui program link and match antara pendidikan dan industri. Upaya ini dilakukan secara sinergi antara Kemenperin dan lembaga terkait seperti Bappenas, Kementerian BUMN, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Kemenristekdikti RI. Pada era Industri 4.0 kebijakan yang harus jadi prioritas pemerintah adalah Kebijakan pendidikan, kebijakan infrastruktur, kebijakan fiskal dan moneter, kebijakan industri, kebijakan telekomunikasi, kebijakan national security policy, kebijakan investasi dan kebijakan ketenagakerjaan.

Diakhir kuliah umum ini Dr. Rian Nugroho mengatakan membangun Indonesia pemenang di Industri 4.0 mudah diucapkan, sebagai retorika politik dan wacana teknokratik, tetapi harus disiapkan dengan sungguh-sungguh, tegas Rian Nugroho. Dekan FISIP UHN Drs. Maringan Panjaitan, M.Si di akhir kata  mengucapkan terima kasih atas kedatangan Dr. Rian Nugroho yang telah memberikan wawasan baru kepada mahasiswa kami FISIP UHN, kata Dekan FISIPOL. Kuliah umum ini diikuti oleh para mahasiswa Ilmu Administrasi Publik UHN. Nampak hadir para dosen UHN seperti Dr. Marlan Hutahaean, Drs. Charles M. Sianturi, MSBA, Vera Pasaribu, S. Sos, MSP, Drs. Johnson Pasaribu, M.Si, Dra. Artha L. Tobing dan Dra. L. Primawati D. MSP.  

 

.