Universitas HKBP Nommensen Bangun PLTS : Kampus Pertama di Sumut dan Ketiga di Indonesia

Universitas HKBP Nommensen Medan melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Proyek dengan total kapasitas 618.9 kilowatt peak (KWp) dan 205 KWp di UHN Pematangsiantar, ini akan menjadi pembangkit listrik terbarukan yang kedua di Pulau Sumatera setelah di Lampung dan yang ketiga di Indonesia. Groundbreaking/ peletakan batu pertama pembangunan PLTS ini berlokasi di kampus Universitas HKBP Nommensen Medan Jalan Sutomo No. 4A Medan, Kamis (25/11/21) siang. Proyek tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas HKBP Nommensen Medan dan PT. Wijaya Karya Industri Energi (Persero) dengan PT. Surya Utama Nuansa (Sun Energy).

Hal itu disampaikan langsung oleh Rektor Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr. Haposan Siallagan, S.H., M.H. Ia menjelaskan bahwa Universitas HKBP akan menjadi pusat riset terhadap energy baru dan terbarukan. “Nanti akan ada disini laboratorium pusat penelitian energy baru dan terbarukan (EBT) dan ini boleh digunakan oleh semua peneliti dari mana pun secara khusus LLDIKTI Wilayah 1 Sumut.”

Lanjut Haposan, Program ini juga akan memicu lahirnya program studi baru di kampus ini Program Studi Energi Baru dan Terbarukan, akan banyak anak-anak bangsa khususnya di Sumut yang akan kita didik di sini untuk bisa mengembangkan energy solar cell, energi yang dihasilkan oleh matahari. “Ini adalah program Kemendikbud untuk bisa mengharapkan 10% dari 4000an Perguruan Tinggi di seluruh Indonesia bisa menjadi pioner energi baru dan terbarukan.Mudah-mudahan ini juga menjadi suatu program menuju sumatera utara bermartabat,” ujar Haposan.

H. Edy Rahmayadi “Saya senang yang seperti ini, makanya saya mengejar tempat ini karena ada cerita groundbreaking. Sudah bisa dipastikan energi di Sumut perlu evaluasi. Tadi Bapak Rektor menyampaikan ada kegiatan seperti ini, ini yang buat saya tertarik. Saya berharap Nommensen bisa berbuat memberikan knowledge kepada mahasiswa benar-benar bermanfaat,” ujar Edy Rahmayadi.

Hadirnya PLTS di UHN ini diharapkan tidak hanya menambah pasokan listrik untuk Sumut, tetapi juga mendorong kreativitas dan inovasi para mahasiwi, serta bisa memberikan edukasi kepada mahasiswa. “Sumut memiliki potensi wilayah yang sangat mendukung untuk pengembangan PLTS, kasih kebebasan mereka untuk berkarya, saya percaya itu dan sangat percaya, apalagi energi kita tak habis-habis,” ujar Edy Rahmayadi lagi.

Di kesempatan yang sama juga hadir Wali Kota Medan Bobby Nasution, S.E., M.M. Menurut Bobby Nasution kedepannya di Kota Medan selain mengembangkan PLTS juga harus ada inovasi untuk menjadikan energi kita menjadi green energi. Artinya banyak potensi yang ada di Kota Medan yang dapat terus dikembangkan khususnya di bidang energi. Tentunya ini merupakan peluang bagi investor untuk masuk berinvestasi ke kota Medan khususnya green energy. "Kita tengah membuat pemetaan bagian yang baik untuk dilakukan investasi, khususnya green energy. Oleh karenanya ayo bersama bangun kota Medan dengan berinvestasi, sebab Pemko Medan telah mempermudah segala urusan terkait dengan investasi," jelas Bobby Nasution.

Dekan Fakultas Teknik Dr. Ir. Timbang Pangaribuan, MT selaku Ketua Panitia pembangunan PLTS mengatakan ide pembangunan PLTS ini muncul dari suatu gagasan yang berbicara tentang listrik energi baru dan terbarukan. “Berlanjut perkenalan dan bincang-bincang dengan PT. WIKA dan jajaran Rektorat, terbentuklah keinginan besar Universitas ini membangun PLTS. Di atas kedua gedung kampus ini lempang kosong dan setelah survey lokasi bersama PT. WIKA, sangat mungkin dijadikan PLTS di rooftop kampus Nommensen ini.

“Saya dari segi akademis tentunya sangat suka riset dengan teknologi baru sejalan juga dengan Program Kemndikbud Merdeka Belajar Kampus Merdeka maka terjalin lah kecocokan yang luar biasa dan kita sudah menyampaikan Program ini kepada Kedaireka, maka bertemulah Nommensen dengan PT. Wika dengan istilah matching fund dan kita match,” ucap Timbang.

Direktur Operasi II PT.WIKA, Harum Akhmad Zuhdi, mengatakan Nommensen nomor 3 di Indonesia, gak ada lawannya. Nommensen menjadi keteladanan pertama yang mencoba meng-create renewable energy. “Memang tidak semua universitas bisa seperti ini. Menjadi kehormatan bagi WIKA bisa bekerja sama dengan Universitas HKBP Nommensen,” tutup Harum.

Turut hadir Ketua Yayasan Universitas HKBP Nommensen Dr. Ir. Budi Situmorang, MURP, Sekretaris Yayasan Dr. Hilman Pardede, M.Pd, Para Anggota Pengurus Yayasan, Development Manager PT. WIKA Industri Energi Daud Hadi Winarto, Tokoh Masyarakat Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H, Para Dekanat dan Para Ketua Lembaga.

.