Webinar Kerjasama Tiga Kampus Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas HKBP Nommensen Medan dan Unika Santo Thomas Medan dalam Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Melalui Pajak Daerah untuk Kabupaten Dairi Sumatera Utara

Pandemi Covid 19 yang melanda perekonomian Indonesia hampir selama 2 tahun ini berangsur-angsur mulai menghilang. Saat ini Pemerintah Indonesia bekerja keras untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sekaligus menekan angka penularan Covid-19. Salah satunya adalah dengan menerbitkan insentif perpajakan, baik di tingkat daerah maupun di tingkat pusat.

Oleh karena itu, agar kebijakan perpajakan dan retribusi daerah segaris dengan kebijakan pemerintah pusat dalam rangka pemulihan ekonomi nasional dan sebagai bentuk tindaklanjut kerja sama yang diprakarsai dan dipimpin oleh Engelbertha Silalahi, S.E.,M.S., dosen FEB Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta melibatkan Pemerintah Kabupaten Dairi bersama dengan Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta, Universitas HKBP Nommensen Medan dan Unika St. Thomas Medan sukses menyelenggarakan Webinar bertajuk “Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah melalui Pajak Daerah”, pada hari Senin (08/11/21) pukul 09.00-11.00 WIB melalui platform aplikasi zoom.

Acara terlaksana dengan begitu baik dan para peserta terlihat antusias dalam mengikuti seminar. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mendaftar yang mencapai lebih dari 1.000 orang berasal dari Civitas Akademika 3 kampus dan Pegawai Negeri Sipil di tingkat Kabupaten/Kota.

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dalam keynote speaker nya menyampaikan bahwa suatu daerah dikatakan mandiri secara fiskal dalam membangun daerahnya apabila porsi pendapatan asli daerah sudah lebih besar daripada transfer yang diterima daerah dari Pemerintah Pusat. ”Total pendapatan Provinsi Sumut untuk tahun 2020 sebesar 13.5 Triliun, terdiri dari pendapatan transfer dari pemerintah pusat sebesar 54%  dari jumlah pendapatan dan PAD sebesar 43% dari total pendapatan. Dengan demikian, Sumatera Utara belum dapat dikatakan memiliki kemandirian fiskal dalam membangun daerah. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mengoptimalkan pendapatan asli daerah mengingat potensi sumut yang cukup besar sehingga diharapkan kedepannya kemandirian fiskal dapat dicapai,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau memaparkan salah satu kebijakan yang dilakukan Provinsi Sumatera Utara di masa pandemi adalah relaksasi pajak kendaran bemotor dengan pemutihan pajak kendaraan bermotor yang menunggak. Kebijakan ini pertama didasarkan pada salah satu prinsip perpajakan yakni prinsip kemampuan membayar ability to pay karena kondisi pandemi saat ini membuat pendapatan masyarakat merosot drastis sehingga masyarakat banyak menunggak membayar pajak. Kebijakan kedua adalah meningkatkan tarif pajak bahan bakar kendaraan bermotor non subsidi dari 5% menjadi 7.5%.

“Kebijakan-kebijakan ini sudah diukur sehingga tidak kontradiktif dengan program pemulihan ekonomi nasional saat ini. Kebijakan ini lebih menyasarkan kelompok masyarakat menengah ke atas yang banyak mengkonsumsi BBM non subsidi. Dengan kebijakan ini pajak daerah akan meningkat dalam membiayai APBD Sumut untuk memberikan pelayanan public dan pembangunan infrastruktur yang lebih baik dan merata kepada seluruh masyarakat Sumatera Utara,” tambah Edy lagi.

            Senada dengan Edy, Rektor Unika Indonesia Atma Jaya Jakarta Dr. Agustinus Prasetyantoko dalam sambutan mengatakan bahwa seminar ini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana perspektif pajak dan juga mendukung upaya ekonomi yaitu ekonomi yang berwawasan lingkungan.  “Tentu ini memerlukan pemikiran, langkah, strategi dan kebijakan karena itu acara pagi ini sangat penting untuk diikuti,” ucap Agustinus.

 Seminar ini menghadirkan  3 (tiga) pembicara hebat yaitu pertama, Yustinus Prastowo, S.E., M.A., M.Hum (Staff khusus Menteri Keuangan Bidang Komunikasi Srategis) dengan judul “Strategi Optimalisasi Pajak Daerah Pasca Pandemic. Pembicara kedua, Achmad Fadly, S.Sos., MSP (Kepala BP2RD Sumatera Utara) dengan judul “Kesiapan Fiskal Daerah dalam Menghadapi Era Pasca Pandemic Covid-19.” Dalam paparannya beliau mengatakan terkait dengan kesiapan fiscal Provinsi kedepan diharapkan Pemprovsu dapat berinovasi mengembangkan pendapatan daerah terkait dengan Pajak Air Permukaan (PAP), kesiapan penguatan BUMD, pentingnya revitalisasi perencanaan pembangunan daerah lebih merata, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Adapun tantangan daerah dalam pemulihan ekonomi yaitu kemandirian fiscal yang rendah dan pembangunan yang belum merata. Terakhir, Harryson F. Sirumapea, AP., M.Si (Kepala BAPENDA Kab. Dairi) dengan judul “Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Dairi.”Beliau memaparkan perlu adanya kolaborasi untuk pemanfaatan data yang didukung oleh exchange information dan dipandu  oleh  moderator Andang Wirawan Setiabudi, S.E., M.Si., M.E., dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Atma Jaya Jakarta.

Dari kegiatan diskusi ini ketiga pembicara sepakat bahwa dalam era pasca pandemi Covid 19 maka Pemda harus melakukan inovasi dan kolaborasi dalam melaksanakan intensifikasi dan ekstensifikasi Pajak dan Retribusi Daerah untuk mencapai cita cita kemandirian fiskal. Pemprov Sumut maupun Pemda Dairi saat ini sudah berada dalam trek yang benar dengan melakukan berbagai inovasi berbasis teknologi dan kolaborasi antar instansi maupun institusi dalam rangka collecting data maupun law enforcement.

Hingga akhir acara antusiasme peserta dalam kegiatan ini sangat tinggi. Hal ini ditunjukkan dari banyaknya pertanyaan yang diberikan kepada para pembicara khususnya pertanyaan dari mahasiswa seperti  bagaimana cara meningkatkan partisipasi masyarakat untuk lebih taat dalam membayar pajak.

Acara dilanjutkan Closing Remarks oleh Bupati Dairi Dr. Eddy K.A Berutu. Beliau mengatakan dalam upaya mengakselerasi PAD untuk lebih memperkuat keuangan daerah sehingga ketergantungan fiskal Kabupaten Dairi terhadap APBN sedikit demi sedikit dikurangi. “ Kekuatan peningkatan prima PAD Kabupaten Dairi perlu didukung oleh semua unsur, maka komitmen dan sinergi antar unsur satu dan lainnya khususnya dengan lembaga pendidikan. Kami beruntung 3 Universitas ini komit mendukung kami. Kami harap dari akademisi dapat melakukan penelitian dalam memberikan inovasi, ide-ide dalam pengembangan dan pengelolaan serta peningkatan  dengan tujuan untuk meningkatkan PAD di daerah kami serta membuka inspirasi pemikiran kami untuk potensi lainnya dalam mengidentifikasi potensi-potensi yang bisa digali lagi untuk peningkatan PAD,” tutup Pak Bupati.(ms/ns)

.