Menteri Perindustrian RI Kunjungi dan Kuliah Umum di UHN Medan

Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau, WR III Dr. Ir. Sindak Hutauruk, MSEE, Pengurus Yayasan Viktor Silaen, SE, MM memberikan cendramata kepada Menteri Perindustrian RI Ir. Airlangga Hartarto, MBA setelah selesai memberikan kuliah Umum di Aula FK UHN Medan

Terima kasih Bapak Menteri yang telah meluangkan waktunya memberikan kuliah umum di Universitas HKBP Nommensen Medan ini dengan topik “Revolusi 4.0” yang akan menambah wawasan mahasiswa kami sebagai bekal bagi mereka untuk memahami tuntutan jaman, tegas Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau didampingi oleh WR III UHN Dr. Ir. Sindak Hutauruk, MSEE saat Menteri Perindustrian RI Ir. Airlangga Hartarto, MBA memberikan kuliah umum di Aula Fakultas Kedokteran UHN Medan yang dihadiri oleh 600-an mahassiwa lintas Fakultas, Senin, (10/12/2018).

Rektor UHN Medan dalam sambutannya memberitahukan kepada Menteri Perindustrian ini, bahwa tagline UHN saat ini adalah Nommensen Goes International dengan tujuan menghasilkan lulusan yang bisa bersaing pada era globalisasi. Kami sangat menyadari persaingan pada era ini sangat ketat, maka kami pun mmebekali mahasiswa dengan kurikulum yang orientasinya membuka lapangan kerja, dan bukan pencari lapangan kerja. Spirit kewirausahaan kami tanamkan kepada mahasiswa dengan menjadikan mereka sebagai pemilik saham dalam usaha yang kami rintis di kampus ini, tegas Rektor UHN lagi.

Sementara Ir. Airlangga Hartarto, MBA mengatakan mahasiswa UHN harus kreatif dan inovatif dalam menghadapi era globalisasi yang makin ketat. Dalam rangka menghadapi revolusi 4.0 sebagai pendukung saat ini pemerintahan Jokowi sudah melakukan pembangunan infrastruktur konektivitas didedikasikan untuk mobilitas masyarakat bekerja dan berusaha. Selain juga meratanya distribusi barang dan jasa meningkatkan produktivitas  rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Menteri Perindustrian ini juga menegaskan bahwa saat ini pemerintah telah menetapkan 10 prioritas nasional, yaitu : 1) perbaikan alur aliran material. Memperkuat produksi material sektor hulu; contoh 50% dari bahan baku petrokimia yang masih impor. 2) Mendesain ulang zona industri. Membangun peta jalan zona industri nasional (mis. industry belts); mengatasi permasalahan yang dihadapi di beberapa zona industry, 3) Akomodasi standard sustainability. Kesempatan daya saing melalui tren sustainability global, mis. EV, biofuel, energi terbarukan, 4) Pembangunan infrastruktur digital nasional.  Pembangunan jaringan dan platform digital; mis. 4G menjadi 5G, Serat optik 1Gbps, Data center dan Cloud. 5) Pemberdayaan UKM, Memberdayakan 3.7 juta UMKM1 melalui teknologi; misalnya e-commerce UMKM, pendanaan teknologi, 6) Menarik investasi asing, 7) Peningkatan SDM.  Desain kembali kurikulum Pendidikan menyesuaikan era Industry 4.0 Program talent mobility untuk profesional , 8) Pembentukan ekosistem inovasi, Pengembangan sentra R&D&D2 oleh Pemerintah, swasta, publik, maupun universitas, 9). Menerapkan insentif penerapan teknologi, dan 10) Harmonisasi aturan dan kebijakan.  Melakukan harmonisasi kebijakan dan peraturan lintas kementerian.

Kesepuluh prioritas nasional ini tentu akan mendukung lima fokus seperti makanan dan minuman, tekstil dan busana, otomotif, elektronik dan kimia. Untuk itu, mahasiswa UHN harus memanfaatkan era revolusi 4.0 ini tegas Menteri Perindustrian ini penuh harap. Diakhir kata, Menteri Perindustrian sangat bangga bisa memberikan kuliah umum di Kampus UHN Medan yang alumninya sudah sangat banyak dan memberikan sumbangsih terhadap pembangunan bangsa ini, tegas Ir. Airlangga Hartarto, MBA ini lagi. Hadir dalam kuliah umum ini para Dekan, pengurus yayasan seperti Viktor Silaen, SE, MM dan Dra. Pinondang Nababan, MM. Diakhir acara Rektor UHN memberikan oleh –oleh Kopi racikan UHN dan cendramata kepada Menteri Perindustrian RI ini.

 

.