Jemaat HKBP Harus Berbuah Universal Di Era Digitalisasi

Ompu I Ephorus HKBP foto bersama setelah selesai bedah buku dengan narasumber pembedah Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr. JR Hutauruk dan Kepala PDKB  UHN Manguji Nababan, SS bersama Ketua yayasan UHN Ir. Nurdin Tampubolon dan Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau, serta Pdt. Maulinus W Siregar, S.Th di Hotel Grand Mercure Medan

Orang Batak menjadi Kristen bukan hanya kebetulan, itu semua karena kasih Allah yang sangat besar dari Allah Bapa sebagai sebuah suku yang dipilih untuk jadi orang Kristen. Hal itu ditegaskan oleh Ompu I Ephorus HKBP saat acara bedah Buku yang langsung ditulis oleh  Ompui Pdt. Dr. Darwin I Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing, dengan judul “Tumbuh Lokal Berbuah Universal di Hotel Grand Mercure, Senin (11/12/2018). Acara bedah buku ini dimoderatori oleh Pdt. Maulinus W. Siregar, S.Th dengan dua narasumber pembedah Ephorus Emeritus HKBP Pdt. Dr. JR Hutauruk dan Kepala Pusat Dokumentasi Kebudayaan Batak (PDKB) Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan Manguji Nababan SS.

Pdt. Darwin Lumbantobing mengatakan saatnya kita meneladani Dr. IL Nommensen yang melakukan perjalanan 142 hari supaya samapi ke Teluk Bayur. Ini adalah sebuah perjuangan yang sangat hebat, dimana saat itu sistem teknologi perkapalan (transporasi) masih sangat rendah. Ini tentu sesuatu yang patut kita syukuri sebagai orang Batak yang dipilih jadi Kristen, tegas  Ompui Ephorus HKBP. Dr. IL Nommensen sebelum menyebarkan agama Kristen, langkah pertama dilakukan adalah melalui pendidikan dan kesehatan. Artinya, masyarakat Batak itu harus dicerdaskan lebih dahulu baru diajari injil Tuhan, tegas Ompui.

Dalam tanggapannya Pdt. Dr. JR Hutauruk mengatakan, Konsep revitalisasi harus dilakukan dan rekonstruksi agar HKBP tetap berjaya. Dengan Demikian HKBP yang inklusig, dialogis, dan menjadi berkat bagi dunia. Pdt. Dr. JR Hutauruk juga mengatakan, buku ini punya tujuan konkrit untuk menata perjalanan HKBP secara berencana, terprogram, terpadu, dan semangat berkoinonia, bermarturia, berdiakonia,  bukan marnida dilapik, alias acak-acakan, bukan dilakukan oleh seseorang tetapi semua HKBP , khususnya pelayan penuh waktu muali dari Kantor pusat sampai pedesaan. Kemudian HKBP punya masa lampau yang panjang dan latar belakang sosial , politis, budaya. Dalam hal ini Ompui menyajikan “penelusuran fakta historis Gereja yang sangat penting dipahami oleh masyarakat.

Sementara Pembanding kedua, Manguji Nababan mengatakan, membaca Tumbuh Lokal Berbuah Universal menurut saya adalah sebuah karya besar dan luar biasa, yang menambah deretan sejarah perjalanan Kekristenan di Tanah Batak. Buku setebal 639 halaman ini ditulis dengan bahasa yang ilmiah dan mudah dipahami oleh siapa saja. Buku ini ditulis beliau dengan metode penelitian kepustakaan dengan bacaan bacaan yang benar representatif (sumber –sumber) literatur Habtahon dan Theologia. Tentu kita pahami bahwa penelitian ini bukanlah pekerjaan yang mudah di tengah kesibukan beliau sebagai Ephorus HKBP. Mewujudkan buku ini dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan butuh waktu yang cukup.

Sebelum acara dimulai turut memberikan kata sambutan Ketua Pengurus yayasan HKBP Ir. Nurdin Tampubolon, MM. Ketua yaysan UHN ini mengapresiasi buku ini sebagai upaya edukasi dan pencerahan kepada semua jemaat HKBP bahwa jemaat HKBP harus berbuah universal di tengah bangsa ini, tegas Ir. Nurdin Tampubolon. Saat ini UHN Medan dan UHN Pematangsiantar kita benahi agar SDM lulusannya bisa berbuah universal, tegas Ir. Nurdin Tampubolon. Sementara Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau mengatakan Buku ini sangat berbobot karena menyingkapkan fakta-fakta sejarah yang belum pernah diungkapkan oleh buku buku pendahulunya. Rektor juga mengatakan buku ini sangat relevan untuk digunakan untuk menginspirasi siapapun juga yang ingin melakukan perbaikan dan pembangunan.

Acara bedah buku ini dimulai dengan kebaktian dan ditutup dengan kebaktian. Banyak undangan dan tamu yang hadir sebagai tokoh–tokoh Kristen. Hadir  Kadep Koinonia Pdt. Dr. Martongo Sitinjak, Sekretaris yayasan Pdt. Dr. Pintor M Sitanggang, Ketua Pengawas yaysan HKBP Dr. Ir. Manerep Pasaribu, anggota pengawas  Dra. Pinondang Nababan, MM, Komisi Akademik UHN Prof. Dr. Bilter Sirait, Bendahara Yayasan  Drs. Frans Edward Hutabarat, Viktor Silain, SE, MM, Devisi Audit Drs. Golfried Lubis dan AKBP Dr. Maruli Siahaan, SH, MH Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau, Praeses HKBP Medan Aceh Pdt. Sunggul Sirait, STh, MM, WR I UHN Dr. Haposan Siallagan, SH, MH, WR IV Prof. Dr. Binur Panjaitan,  WR II Drs. Charles M. Sianturi, MSBA, Direktur Pascasarjana Dr. pantas H Silaban, MBA, Prof. Dr. Selviana Napitupulu, M.Hum, Kepala Tax Center Amran Manurung, SE, , M.Si, AK, Pdt. Sunggul Pasaribu, STh, MPDk, Pdt. Dr. Nurliani Siregar, Dr. dr. Horas Rajagukguk, SpB, FINACS, Dekan FISIP UHN Drs. Maringan Panjaitan, M.Si dan tokoh tokoh lainnya.   

.