Prodi Agroekoteknologi Faperta UHN Seminarkan Keamanan dan Mutu Pangan

Masalah keamanan dan mutu pangan, produk pangan harus diperhatikan dan ditingkatkan, tegas Kaprodi Agroekoteknologi (AET) Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan dalam seminar yang berjudul penangan mutu dan kemanan pangan segar asal tumbuhan organik dan non organik di Ruang Dr. Justin UHN Medan, Jumat, (14/12/2018). Adapun narasumber dalam seminar ini adalah Ir. Halomoan Napitupulu, MMA Kepala UPT Balai Pengawasan Mutu dan Keamanan Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara dan Dosen AET UHN Dr. Ir. Erika Pardede, MApp.Sc. Kaprodi ET Dr. Ir. Juli Ritha Tarihan, M.Sc  dalam sambutannya mengatakan semianr ini akan memperluas wawasan mahasiswa Prodi AET mengenai keamanan dan mutu pangan. Dr. Ir. Juli Ritha mengucapkan terima kasih kepada kedua narasumber yang telah meluangkan waktunya.

Sementara Mewakili Dekan Wakil Dekan III yang sekaligus moderator dalam acara ini mengatakan semoga seminar ini memberikan pencerahan baru dan mampu menjadi sebuah pedoman bagi kita semua untuk lebih memahami mutu pangan dan keamanan pangan, tegas Ir. Bangun Tampubloon, MS. Ir. Halomoan Napitupulu, MMA dalam paparannya mengatakan bahwa keamanan pangan adalah  kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah  dari kemungkinan cemaran bilogis, kimia dan benda lain yang dapat menganggu dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan,  dan budaya bagi masyarakat sehingga aman dikonsumsi.

Sementara mutu pangan adalah hal yang terkait dengan karakteristik, sifat dan keadaaan pangan lainnya yang mmepengaruhi  penilaian dari konsumen terhadap pangan tersebut, seperti mutu organoliptik, mutu fungsional,  mutu nutrisional dan mutu higienik, tegas Ir. Halomoan Napitupulu, MMA. Semntara peta jalan pengawasan  keamanan dan mutu pangan sehgar telah dibuat oleh pemerintah  dengan berbagai indikator seperti, tersedianya regulasi keamanan pangan, ketersediaan sumber daya manusia dalam pengawasan keamanan pangan yang kompeten, ketersediaan infrastruktur yang memadai,  dan ketersediaan data KPS.

Ir. Halomoan Juga mengatakan adapun tanggung jawab pemerintah mengenai keamanan pangan adalah menjamin terwujudnya keamanan pangan di setiap rantai pangan secara terpadu, menetapkan norma, standard, prosedur dan kriteria, wajib membina dan mengawasi. Ir. Halomoan Napitupulu, MMA menambahkan lagi, mekanisme pengawasan terhadap keamanan pangan segar yang dilakukan sebelum pangan segar diedarkan kepada konsumen akhir. Sementara Rektor UHN Medan Dr. Ir. Sabam Malau mengatakan perlu sinkronisasi dan perencanaan terkait dalam hal menciptakan dan menghasilkan varietas unggul komersil.  

Sementara Dr. Ir. Erika Pardede, Mapp.Sc kembali menegaskan sistem jaminan mutu adalah tatanan tatanan dan upaya untuk menghasilakn produk yang aman dan bermutu sesuai standard atau persyaratan teknis minimal. Tujuan adanya jaminan mutu adalah dalam rangka memberikan perlindungan terhadap konsumen dan peningkatan daya saing atas produk pangan hasil pertanian. Sementara sertifikat jaminan mutu adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh lembaga yang telah diakreditasi untuk menyatakan bahwa proses produk telah memenuhi standard yang disyaratkan. Dr. Ir. Erika Pardede ini menegaskan bahwa kemanan pangan dan mutu pangan sangat vital dalam pembangunan bangsa. Kuliah umum ini diikuti oleh para mahasiswa Prodi AET dan para dosen di lingkungan Faperta UHN. Nampak hadir Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, PhD, Dr. Ir. Hotman Manurung, MS, Ir. Susana Panjaitan, MP, Ir. Ferlist Rio Siahaan, M.Si  dan dosen lainnya.

.