Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Medan Gelar Webinar dengan Tema “Persiapan Masuk Sekolah Dasar (SD) Bagi Anak Usia Dibawah 6 Tahun”

Fakultas Psikologi kembali melaksanakan kegiatan seminar dalam memberikan pelayanan pada masyarakat. Pelayanan psikoedukasi ini dilaksanakan pada sabtu 23 April 2022. Jika kita mengingat Tahapan Sekolah Dasar (SD) adalah  tahapan awal untuk masa depan pendidikan anak. Proses belajar yang didapatkan anak pada saat di Sekolah Dasar akan sangat memengaruhi semangat belajar anak di tahap selanjutnya. Oleh karena itu, orangtua harus lebih berhati-hati dalam menentukan pilihan yang tepat tentang kapan waktu yang baik untuk anak dapat memulai tangga pertama dalam pendidikannya, dan menjadi peranan penting. Dengan rasionalisasi yang sama, Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen menggelar webinar dengan tema “Persiapan Masuk Sekolah Dasar (SD) Bagi Anak Usia Dibawah 6 Tahun”, dengan harapan dapat membekali orang tua dalam mempersiapkan anak memasuki Sekolah dasar (SD) diusia kurang dari 6 tahun.

Webinar ini diawali dengan pembukaan dan penyambutan oleh Tata Lithani, Mahasiswi Fakultas Psikologi angkatan 2020 selaku Master Of Ceremony serta Cinthya Geraldin Sinaga, Mahasiswi Fakultas Psikologi Angkatan 2020, selaku Moderator dalam webinar kali ini. Sebelum kegiatan webinar dimulai diawali dengan kata sambutan dari Dekan Fakultas Psikologi Universitas HKBP Nommensen Dr. Nenny Ika Putri Simarmata, M.Psi, Psikolog, dengan berpesan bahwa Webinar ini menjadi peran pengetahuan yang baik pada orangtua dan calon orangtua atau bahkan pada keluarga yang memiliki sepupu atau keponakan.

Pemaparan materi yang dibawakan oleh Pemateri Ervina Siahaan, M.Psi, Psikolog , seorang psikolog klinis anak yang telah memiliki pengalaman lebih dari 8 tahun. Materi sendiri berlangsung dalam durasi kurang lebih 60 menit yang kemudian dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab dan diskusi selama 40 menit.

Bu Ervina Siahaan, M.Psi, Psikolog dalam pemaparannya mengatakan bahwa Usia anak dibawah 6 tahun sebenarnya masih ada dalam tahap bermain. Jika dipaksa untuk belajar di Sekolah Dasar, dapat menyebabkan anak merasa frustasi dan kekurangan minat untuk belajar. Hal ini terjadi bukan semata-mata karena anak tidak baik secara kognitif, namun memang diusia mereka yang terbilang masih BALITA, anak masih membutuhkan waktu bermain yang lebih banyak daripada anak berusia diatas 6 Tahun. Namun, jika terus memaksa untuk anak kurang dari 6 tahun tetap masuk Sekolah Dasar, maka diperlukan pemeriksaan psikologis anak untuk melihat apakah anak tersebut sudah siap atau belum untuk mengikuti proses belajar mengajar di Sekolah dasar (SD).

 

Kegiatan Webinar ini berlangsung sangat kondusif dengan tingkat antusisme yang tinggi dari para peserta webinar dalam memberikan pertanyaan kepada pemateri. Sesi diskusi dan tanya jawab juga berlangsung dengan sangat baik, dimana semua pertanyaan dapat dijawab oleh pemateri. Adapaun pertanyaan yang diajukan cukup bervariasi mulai dari bagaimana ciri-ciri anak yang belum siap secara mental untuk memasuki Sekolah Dasar diusia yang kurang dari 6 tahun, sampai dengan tips dan trik untuk membimbing anak belajar sambil bermain dirumah. Webinar ini diakhiri dengan dokumentasi yang dipandu oleh panitia dan pengisian link absensi.

Demikian hasil dari kegiatan webinar dengan tema “Persiapan Masuk Sekolah Dasar (SD) Bagi Anak Usia Dibawah 6 Tahun”. Diharapkan dengan diselenggarakannya webinar ini dapat bermanfaat bagi kita semua terkhhususnya bagi Orang Tua dalam mengambil keputusan tentang kapan waktu yang tepat unutk anak dapat memulai tangga pertama dalam proses pendidikannya.

Contributor : Nova V Siringoringo (Mahasiswi Fakultas Psikologi UHN Angkatan 2020) || IG : valen.srr
Editor : Hotpascaman SImbolon 

.