Faperta Nommensen Laksanakan Kuliah Umum Bioteknologi Modern

Bertempat di Ruang Dr. Justin UHN Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen (UHN) melaksanakan kuliah umum Bioteknologi Modern terhadap tanamanan, pangan dan kesehatan yang menghadirkan pembicara pakar Bioteknologi sekaligus guru besar IPB Prof. Antonius Suwanto, M.Sc, P.hD, Selasa, (13/12/2016) yang diikuti oleh para mahasiswa Fakultas Pertanian dan para Dosen Fakultas Pertanian UHN. Drs. Samse Pandiangan, MSc, PhD sebagai Dekan didampingi oleh WD I Ir. Benika Naibaho, M.Si, WD II Ir. Maria Sihotang, M.Si, dan WD III Ir. Susana TTS Panjaitan, M.Si dalam sambutannya mengatakan kuliah umum ini adalah sebagai wujud dari kepedulian Faperta UHN untuk menambah wawasan para mahasiswa mengenai bioteknologi modern dewasa ini.

Sebagaimana yang dikatakan oleh Dekan Faperta UHN, saat ini perkembangan bioteknologi sangatlah penting dan vital dalam kehidupan manusia. Dengan memahami bioteknologi modern dewasa ini kita bisa mendapat manfaat yang sangat besar dalam pengembangan sains yang juga punya nilai keekonomian yang sangat besar. Bahkan, tegas Dekan lagi negara kita tidak akan bisa lepas dari peran serta aplikasi bioteknologi dalam pembangunan bangsa. Kalau bisa saya menyimpulkan semakin besar sebuah bangsa menguasai bioteknologi maka semakin besar pula kemajuan bangsa tersebut, khususnya negara kita. Bahkan peran pemerintah dalam mendorong pemanfaatan bioteknologi sangat besar dalam pembangunan bangsa kita kedepan, apalagi saat ini pada era MEA adalah persaingan teknologi sangat besat, apalagi kalau sudah menyangkut bioteknologi.

Pembicara. Prof. Dr. Antonius Suwanto mengemukakan materinya mengenai Aplikasi Bioteknologi Modern di Bidang tanaman, pangan, dan juga kesehatan serta Industri sangatlah penting karena ini menyangkut masa depan bangsa kita. Berbagai inovasi bisa kita lihat dari pemanfaatan bioteknologi modern ini yang bisa mendorong manfaat besar bagi kehidupan manusia dewasa ini.

Sebagai contoh, Prof. Antonius mengemukakan, penemuan api oleh manusia purba membuat revolusi baru dalam teknologi pangan. Namun baru sekitar 10 tahun terakhir ini diketahui bahwa bahan makanan yang dipanggang atau digoreng dapat membentuk karsinogenik."Dengan temuan itupun tidak menyebabkan kita menghentikan penggunaan api atau panas dalam proses memasak.Sisi positif penggunaan api atau panas dalam transformasi bahan pangan munkgin jauh lebih besar dari sisi negatifnya, "kata Suwanto.

Demikian halnya dengan produk pangan hasil rekayasa genetika atau genetically modified organism (GMO). Setiap teknologi baru akan selalu memunculkan pro dan kontra. Suwanto menandaskan bahwa preferensi dan kebebasan manusia dalam memilih produk pangan GMO atau non GMO adalah hal yang perlu dihormati. Walaupun demikian, preferensi yang diambil berdasarkan latar belakang yang memadai, akan membentuk masyarakat yang lebih rasional, tegas Prof. Antonius lagi. Bahkan Prof. Antonius menegaskan pemanfaatan bioteknologi modern dalam bidang tanaman, pangan, dan kesehatan harus dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Faperta UHN saya harapkan ikut berpartisipasi dalam pemanfaatan bioteknologi modern ini demi kemajuan bangsa kita ini. Saya sangat optimis, Faperta UHN bisa melakukan itu demi kemajuan bangsa ini, tegas Guru besar IPB tamatan S3 University Of Illinois Urbana Amerika Serikat ini.

Dekan Faperta UHN Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, PhD didampingi WD I Ir. Benika Naibaho, M.Si, WD II, dan WD III foto bersama setelah mangulosi Guru Besar IPB Prof. Dr. Antonius Suwanto, M.Sc