Sentra Kekayaan Intelektual Nommensen Sosialisasikan KI di Pemko Gunungsitoli

Sentra Kekayaan Intelektual Universitas HKBP Nommensen (SKN) melakukan sosialisasi tentang Kekayaan Intelektual (KI) di Gunungsitoli bekerjasama dengan Pemerintah Kota (Pemko) Gunungsitoli sebagai upaya meningkatkan kesadaran Pemerintah Kota/daerah dan masyarakat tentang kekayaan intelektual yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. Acara ini sebagaimana yang dilaporkan oleh Koordinator Humas UHN Jonson Rajagukguk, S. Sos, SE, M.AP, Kamis, (3/11/2016) berlangsung selama satu hari di aula Gunungsitoli pada tanggal 25 Oktober 2016 yang pesertanya terdiri dari PNS, pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM), guru dan siswa SMK yang ada di kota Guningsitoli. Acara sosialisasi ini menghadirkan narasumber dari Sentra KI Nommensen yaitu Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si, Dr. Budiman NPD Sinaga, SH, MH, Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, PhD, dan Ir. Rosnawyta Simanjuntak, MP, dan dibantu oleh tenaga administrasi Alida Simanjuntak, S.Pd.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, SE, M.Si mengatakan Kesadaran masyarakat akan Kekayaan Intelektual (KI) di Nias khususnya di kota Gunungsitoli masih rendah. Kedatangan team dari Sentra KI Nommensen ini sangat menginspirasi kami dan menyadarkan kami betapa KI ini sangatlah penting untuk mendorong masyarakat berinovasi. Kami sangat mengapresiasi team Sentra KI Nommensen ini, tegas Wakil Walikota dalam sambutannya.

Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si sebagai Ketua LPPM UHN mengatakan bahwa saat ini inovasi dan kreativitas masyarakat sudah saatnya dilindungi oleh Undang-Undang menjadi kekayaan intelektual. Dengan demikian akan ada proteksi legal oleh UU. Ini sangat penting karena akan memicu masyarakat untuk berinovasi dan berkreasi sehingga inovasi tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, dunia usaha, dan juga pembangunan bangsa.

Tujuan kegiatan ini adalah mempersiapkan masyarakat dan aparatur pemerintah daerah Provinsi/Kabupaten/Kota untuk berperan aktif dalam mengenal, mendaftarkan, dan memanfaatkan kekayaan intelektual di daerah dalam rangka peningkatan produktivitas dan inovasi masyarakat. Sedangkan target yang kita capai adalah peserta mempunyai kemampuan untuk mengenali berbagai kekayaan intelektual (KI) di daerah masing-masing, kemudian peserta mempunyai kemampuan untuk berperan serta dalam mendaftarkan kekayaan intelektual (KI), dan mampu memanfaatkan kekayaan intelektual untuk kesejahteraan masyarakat.

Dari diskusi yang terjadi selama acara ssosialisasi, terlihat peserta sangat antusias untuk mengetahui lebih dalam mengenai kekayaan Intelektual dan berkeinginan mendaftarkan produk dan temuan mereka. Ada beberapa kekayaan intelektual yang potensial didaftarkan di Nias seperti kerupuk dari keladi, dan dodol durian untuk merek, serta langsat untuk indikasi geografis. Sentra Kekayaan Intelektual Universities HKBP Nommensen akan memfasilitasi pengurusan KI yang ada di Nias.

Sebagai lanjutan dari kegiatan sosialisasi Kekayaan Intelektual (KI) di Gunungsitoli, Sentra KI Nommensen akan menyelenggerakan “Worshop Drafting Patent” di Uiversitas HKBP Nommensen Medan pada tanggal 18 November 2016 dengan menghadirkan pembicara dari Kemenkumham RI yaitu Ir. Timbul Sinaga, M.Hum yang saat ini menjabat sebagai Direktur Paten pada Dirjen Kekayaan Intelektual. Sentra KI Nommensen sebagai institusi pendidikan tinggi terus melakukan berbagai upaya untuk mendorong kesadaran akan kekayaan intelektual dengan terus bermitra dengan berbagai institusi sehingga kesadaran masyarakat akan kekayaan intelektual dapat terwujud dengan baik.

Workshp Drafting Patent ini juga memberikan pemahaman bagaimana prosedur pengurusan paten dari sebuah produk, serta membimbing peserta untuk membuat draff paten dimaksud. Untuk informasi selengkapnya dapat menghubungi Rosnawyta Simanjuntak selaku Manager Sentra Kekayaan Nommensen, dengan nomor HP 081362051884.

Ketua LPPM UHN Prof. Dr. Monang Sitorus, M.Si didampingi Ahli Paten SKN UHN Drs. Samse Pandiangan, M.Sc, PhD dan Ir. Rosnawyta Simanjuntak, M.Si foto bersama dengan Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli, SE, M.Si setelah acara Sosialisasi KI selesai