FE Nommensen Punya Pusat Pembelajaran Bursa Berjangka

Fakultas Ekonomi Universitas HKBP Nommensen (UHN) kembali melakukan terobosan yang luar biasa dalam rangka membenahi sumber daya manusia mahasiswanya dengan berbagai pengetahuan khusus dengan membangun mitra strategis dengan instansi luar, dan ini harus kita apresiasi, tegas Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau saat memberikan sambutan penandatanganan MoU antara UHN dengan Badan Pengawas Pedagangan Berjangka Komoditi (BAPPETI) Kementerian Perdagangan RI, Jakarta Future Trading (JFX), Kliring Berjangka Indonesia (KBI) dan PT Inter Pan Pasific Future (IPPF) di ruang Perpustakaan UHN, Jumat (23/09/2016)

Bahkan IPPF juga memberikan memberikan sumbangan 6 komputer untuk melaksanakan Future Trading Leasson Center (FTLS, Pusat Pembelajaran Bursa Berjangka) di FE UHN untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa mengenai komoditi berjangka di negara Indonesia. Rektor UHN juga memanbahkan ini, “ini merupakan sebuah upaya untuk membangun SDM yang cerdas dalam bidang ekonomi, khususnya dalam bidang pemahaman mengenai perdagangan berjangka komoditi (PBK). Kita pantas mengucapkan terima kasih kepada lembaga –lembaga ini, seperti BAPPETI, JFX, KBI, dan PT IPPF yang datang dengan segala kerendahan hati untuk mengedukasi mahasiswa FE UHN sebagai komitmen bersama membangun SDM dalam bidang ekonomi. UHN sangat komit dengan siapa saja yang datang untuk sama-sama membangun bangsa ini, tegas Rektor UHN.

Sementara Wakil Dekan I (WD I) Fakultas Ekonomi UHN Dr. Jadongan Sijabat, SE, M.Si didampingi oleh W II Mangasa Sinurat, SE, SH, M.Si dan Kaprodi Adm Perpajakan Bonifasius Tinambunan SE, M.Si mengatakan sangat berterima kasih kepada BAPPEBTI Kemendag RI karena mau melakukan sosialisasi duduk bersama dengan FE UHN. Acara ini akan meningkatkan kemampaun mahasiswa FE UHN untuk meningkatkan kapasitasnya mengenai perdagangan berjangka komoditi sehingga bisa membekali mereka untuk lebih paham apa itu perdagangan berjangka komoditi.

Saat ini di lingkungan FE kita terus melakukan berbagai pembenahan untuk mempersiapkan SDM dalam bidang ekonomi yang siap untuk menghadapi pasar MEA. Maka wawasan mengenai saham, Bursa efek, pasar modal, dan perdagangan berjangka komoditi merupakan wawasan yang sangat penting karena langsung mereka peroleh dari narasumber. Dengan demikian, mahasiswa paham apa itu perdagangan berjangka komoditi dan ini adalah sesuatu yang mengedukasi bagi mahasiswa FE UHN, kara Dekan. Dekan mengharapkan dengan adanya sosialisasi ini maka pengetahuan mahaiswa FE UHN dalam bidang perdagangan berjangka komoditi semakin bagus.

Acara pendatanganan MoU ini disertai dengan kuliah umum oleh Kepala Biro Pengawasan Pasar Berjangka dan Fisik Pantas Lumbanbatu, SE, MM (Alumni FE UHN) mengatakan latar belakang perdagangan berjangka komoditi di negara RI adalah pada era globalisasi, WTO, AFTA, MEA, dan APEC persaingan usaha yang semakin ketat dan harga yang makin fluktuatif, pengelolan risiko fluktuasi harga dilakukan dengan market scheme (forward contrac, futures contract, option, swap scheme), dan perlu melakukan aktivitas pengelolaan risiko fluktuasi harga produk pertanian, pertambangan , industri, dan mata uang. Mengingat pentingnya perdagngan berjangka komoditi ini, maka SDM mengenai Perdagangan Berjangka Komoditi di negara kita ini perlu ditingkatkan lagi karena banyak prospek yang kita perolah dari sini, tegas Pantas Lumbanbatu lagi. Apalagi saat ini kita telah membuka diri dengan pasar MEA 2016, tegas Pantas Lumbanbatu lagi. Acara ini dihadiri oleh para mahasiswa Fakultas Ekonomi UHN dan para dosen dari lingkungan UHN.

Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau didapingi WD I, dan WD II FE UHN foto bersama dengan Pihak BAPPEBTI Kemendag RI, JFX, KBI dan PT IPPF setelah selesai penandatangan MoU di Perpustakaan UHN