Nommensen Dorong Intenasionalisasi Sekolah Melalui “Bilingual Class”

Universitas HKBP Nommensen sangat mendorong sumber daya manusia bertaraf global (internasional) sejak dini bisa dilakukan di Sekolah mengingat tantangan jaman yang semakin kompleks. Hal itu dikatakan oleh Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau didmapingi oleh Wakil Rektor IV Dr. Hilman Pardede, M.Pd, dan Direktur OIA UHN Dr. Mula Sigiro, PhD saat meninjau langsung pelaksanaan Test TOEFL ITP di Laboratorium Bahasa UHN terhadap para guru-guru Bahasa Inggris SD, SMP, SMU dari Tiga Yayasan Perguruan katolik se-Sumatera Utara, yakni Yayasan Don Bosco, Yayasan Seri Amal, dan Yayasan Setia, Senin (15/05/2017).

Sebagaimana beritahu oleh pengurus ketiga yayasan tersebut, adapun tujuan ketiga yayasan tersebut mengikut sertakan para guru Bahasa Inggris mereka ikut TOEFL ITP adalah untuk memetakan kemampuan TOEFL mereka dalam mempersiapkan pendirian kelas Bilingual (Internasional) di ketiga yayasan tersebut. Ketiga Yayasan Perguruan Katolik tersebut memilih Kantor Urusan Internasional (KUI) Universitas HKBP Nommensen (UHN) sebagai tempat mengikuti TOEFL ITP karena KUI UHN terbukti telah berpengalaman menyelenggarakan TOEFL ITP dengan profesional dan “berintegritas”.

Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh ketiga yayasan ini. Kelas bilingual merupakan sebuah solusi dan kebutuhan untuk mempersiapkan sumber daya manusia global sejak dini. Dengan datangnya MEA dan juga interaksi global yang makin intensif, kita tidak mungkin menutup diri lagi. Saatnya semua anak bangsa ini berbenah untuk membangun dan mendorong lahirnya SDM bertaraf global dengan tujuan menjadikan globalisasi ekonomi apakah dalam bentuk MEA sebagai sebuah peluang. Harapakn kita kedepan kelas bilingual bisa jadi role model bagi siapa saja untuk menciptakan SDM berbasis internasional sejak dini berdasarkan Ideologi Pancasila dan UUD 1945, tegas Rektor.

Sementara Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama Dr. Hilman Pardede, M.Pd juga menegaskan UHN siap bekerjasama dengan siapa saja kalau tujuannya untuk pengembangan dunia pendidikan. Saat ini UHN diperacaya sebagai pengelola TOEFL ITP dan punya lisensi yang jelas yang bisa dipergunakan kemana saja. Artinya, UHN melakukan itu karena ini adalah panggilan untuk kami. UHN sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketiga yayasan Katolik ini karena ini adalah sebuah terobosan baru untuk mendorong mutu sumber daya manusia sejak dini. Kita harapkan kedepan banyak sekolah membuka kelas bilingual karena dengan kelas bilingual kita sejak dini sudah membangun manusia internasional sebagai generasi penerus bangsa.

Hal yang sama juga dikatakan oleh Dr. Mula Sigiro, PhD Direktur OIA UHN pemilik dua Doktor Fisika dari USU dan Juga Taiwan ini, bahwa internasionalisasi sekolah sangat penting dengan adanya kelas bilingual agar kita terbiasa dengan kemampuan dan kompetensi berbahasa Inggris yang baik dan benar sebagai prasyarat mutlak menghadapi era globalisasi ekonomi seperti MEA, tegas Dr. Mula Sigiro.

Para Guru Dari Ketiga Yayasan Katolik (Don Bosco, Seri Amal, dan Setia) sedang serius mengikuti Tes TOEFL ITP di Lab. Bahasan UHN Dalam Rangka Pemetaan Kemampuan TOEFL