Bahasa Inggris yang Baik Memperkuat Identitas Bangsa Indonesia

Rektor Nommensen Dr. Ir. Sabam Malau

Bahasa Inggris yang Baik Memperkuat Identitas Bangsa Indonesia

Kemampuan kita berbahasa Inggris yang baik harus mampu memperkuat identitas bangsa Indonesia, hal itu ditegaskan oleh Rektor Universitas HKBP Nommensen saat membuka acara konferensi Intenational yang diselenggerakan oleh Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris (S2) dengan topik “The 3 International Conference On ELT, Lingustics, Literature And Translation Innovation on ELT, Lingustic Reseaarch, Literature and Translation di Ruang Perpustakaan UHN, Jumat (2/06/2017). Konferensi Internasional ini menghadirkan pembicara Dosen Pascasarjana UHN Dr. Tagor Pangaribuan, M.Pd, Prof. Dr. Himpun Panggabean, M.Hum, Dr. Arsen Pasaribu, M.Hum, Dr. Sondang Manik, M.Hum dan Peter Clarjk dari Australia Centre. Serta diikuti oleh para mahasiswa S2 M.Pd Bahasa Inggris.

Rektor UHN sangat mengapresiasi konferensi internasional ini dengan tujuan ada pemikiran yang bisa diberikan Pascasarjana Magister Pendidikan Bahasa Inggris UHN bagi bangsa ini, khususnya kompetensi kita dalam bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris yang baik harus mampu mendorong dan memperkuat identitas bangsa Indonesia. Artinya, kearifan lokal dan budaya kita harus mampu kita pasarkan ke seluruh dunia sebagai kekuatan bangsa. Untuk mempromosikan potensi anak bangsa ini, tentu dibutuhkan komunikasi yang baik, yakni kompetensi Bahasa Inggris. Sudah saatnya pemerintah mendorong kompetensi Bahasa Inggris yang baik bagi rakyatnya untuk mendorong pembangunan bangsa yang berkelanjutan, tegas Rektor UHN ini lagi.

Sementara salah satu pembicara yang sudah malah melintang dalam penelitian bahasa dan pembicara internasional Prof. Dr. Himpun Panggabean, M.Hum mengatakan saat ini kebijakan pemerintah dalam hal pembangunan bahasa diperhadapkan pada ambivalensi, sehingga kemampuan kita dalam hal penguasaan bahasa Inggris sangat lemah. Prof. Dr. Himpun Panggabean juga menekankan Bahasa Inggris yang baik bukanlah produk westernisasi. Semakin bagus kita berbahasa Inggris, justru membuat kita punya kemampuan yang baik juga berbahasa nasional (Bahasa Indonesia) dan berbahasa lokal. Artinya, bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Bahasa daerah adalah aset bangsa yang harus dijaga karena kita tidak mungkin mengelak dalam pergaulan global.

Saatnya pemerintah melakukan revolusi berpikir yang baru dalam hal pembangunan bahasa Inggris. Untuk itu, pemerintah punya “blue print” untuk melakukan kebijakan bahasa yang baik sehingga tidak ada ambivalensi seperti kondisi saat ini, tegas Prof. Himpun. Sebagai contoh amanat pendidikan melalui UU Pendidikan nasional mislanya mengatakan Bahasa Inggris itu adalah salah satu unsur pembangunan karakter, sementara di UU yang lain Bahasa Inggris (Bahasa Asing) justru dipersempit. Artinya, tidak ada sinkronisasi. Dengan demikian, kita sangat sulit menguasai bahasa Inggris yang baik dan benar . bahkan pembelajaran bahasa Inggris kita hanya seremonial dan hanya untuk kegiatan yang bersifat administratif. Sebagai contoh, kita bisa punya TOEFL dengan angka tinggi, tetapi tidak punya kemampuan berbahasa Inggris yang baik, ini sangat parah dan menyakitkan tutur Prof. Himpun lagi.

Sementara Dr. Tagor Pangaribuan, M.Pd juga menegaskan bahwa pemikiran Bung Karo dengan tegas menegaskan bahwa nasionalisme yang baik dan tangguh harus berakar dari internasionalisme yang jernih. Bahasa Inggris yang baik justru mendukung nasionalisme di negara ini, tegas Dr. Tagor Pangaribuan, M.Pd lagi.

Rektor UHN Dr. Ir. Sabam Malau foto bersama dengan para pembicara yakni Prof. Dr. Himpun Panggabean, Dr. Tagor Pangaribuan, Dr. Sondang Manik, Dr. Arsen Pasaribu, Peter Clarjk Dalam International Conference Pascasarjana Bahasa Inggris UHN